-Firstly,aku bingung
dengan hoobae ku …-
“Naoko noona…”
panggil seorang laki laki berseragam SMU bername
tag Jang Hyun Jo
“Hmm?” sahut perempuan lain yang dipanggil Naoko tadi.Naoko
Hasegawa.
“Ng….” belum sempat Hyun Jo mengucap kata lain handphone Naoko berdering menandakan ada
panggilan masuk.
“Moshi moshi…eh,Yoboseyo…..” Aih,Naoko merutuki dirinya
sendiri yang salah mengucapkan sapaan dalam telepon.
“Hng… Ne … Arrasseo …
Annyeong” Naoko melesakkan kembali ponsel touchscreennya dalam saku jasnya.
“Mianhae,Hyunjo.Aku
harus pulang.Annyeong” Kepergian
Naoko menyisakan Hyunjo yang kembali
menyalahkan lidahnya.Kenapa harus kelu setiap kali berkata tentang hal seperti
ini?Daripada angin malam menusuknya dan membuatnya flu,Hyunjo melangkah pulang
meninggalkan taman yang masih cukup ramai karena malam belum terlalu larut.
Di sisi
lain,Naoko menanti kedatangan bus di halte.Sesekali ia mengecek jam di
tangannya.Terhitung hampir 5 menit ia menanti tetapi tanda tanda kedatangan
busnya belum juga nampak.Naoko memandang jalanan di sekitarnya dan mendapati
seorang lelaki yang mengayuh sepedanya di seberang jalan.Jaraknya cukup jauh
memang,tapi mata Naoko seolah jeli mengenali siapa pesepeda yang malam malam
begini masih mengenakan seragam sekolah dan wajah datar yang setia menutupi
kelelahan yang dirasakannya.Naoko tidak bodoh menyadari setetes keringat
menuruni pelipis lelaki tadi.Akhirnya bus menuju rumahnya datang,segera Naoko
beradu masuk dengan beberapa penumpang lain.
‘Aku tahu dan mengerti kau lelah.Maaf,pernah
mengusik kehidupanmu…’ Seiring bus berjalan,Naoko menunduk semakin dalam.Ia
juga lelah untuk mengingat semuanya.
-Secondly,sunbaeku…-
Bel
istirahat baru saja berbunyi.Naoko segera melesat keluar kelas.Bukan kantin
tujuannya,tapi taman sekolah.Dua buku yang cukup tebal bersarang di salah satu
tangannya yang ia letakkan di depan dada.Sesampai di taman sekolah dan duduk di
salah satu kursi-meja dari batu,ia memulai membuka lembar demi lembar bukunya
sembari memahami isi dan setiap kata kata yang tertera di sana.Bibirnya
terkatup rapat seolah juga ikut memahami tiap bait kalimat yang ada dalam buku
tersebut.
Puk.
Seseorang menepuk pelan bahu Naoko yang membuat gadis itu
sedikit berjengat kaget.
“Ah,sunbae.”
“Seperti biasa,kau selalu sibuk dengan buku.”
“Hmm.” Jawab Naoko singkat namun terdengar antusias.
“Mau kutemani?”
“Terserah sunbae
saja.Kalau sunbae sibuk,sebaiknya
tidak.” Ucap Naoko sopan.
“Anni.Setelah ini
bahkan ada jam kosong.Jadi aku cukup bebas.”
“Ohh..”
Naoko kembali melanjutkan acara membacanya.
“Buku apa itu?”
“Sejarah Asia Timur.”
“Kau suka sejarah?”
“Tidak juga,sunbae.Hanya
saja kupikir sejarah itu menarik.Kita bisa belajar banyak dari masa lalu dan
melalui masa depan dengan baik.”
“Ah…begitu rupanya.” Samar samar laki laki yang diketahui
bernama Seunghun itu tersenyum pahit.
Tak berselang lama,bel tanda masuk berbunyi.Setelah mengucap
salam dan membungkuk sejenak tanda permisi pada sunbaenya,Naoko pergi ke kelasnya.
‘Hahh…selalu begitu.Jam
membaca berakhir dengan berbincang bersama Seunghun sunbae.’ Gumam Naoko
dalam hati.Sebelum kaki Naoko melangkah memasuki kelas,mata Naoko menangkap
sesosok tubuh tegap berjalan tergesa,setengah berlari dengan kedua tangan yang
dimasukkan dalam saku celana menaiki tangga menuju lantai 3.Lelaki tingkat 3
yang sama dengan semalam ditemui atau lebih tepatnya hanya dipandang
Naoko.Setelah menghembuskan nafas berat,Naoko masuk ke dalam kelas sebelum ada
guru masuk.
-Aku terlalu tidak
mengerti dengan mereka berdua…-
Hari
ini Minggu pagi yang cerah.Seharusnya sih begitu.Tapi sepertinya hari ini tidak
begitu cerah.Atau hanya perasaan Naoko saja karena sepertinya dari tadi ia juga
tak terlalu memperhatikan mentari dan langit yang mengukir senyuman di
pertengahan musim semi.Yang jadi perhatiaannya,ah lebih tepatnya menyita
perhatian dan memaksanya memperhatikan 2 orang yang terus terusan melayangkan
kata kata yang membuat Naoko jengah harus menjawab dan menyahut yang mana.
“Naoko-sshi,kau sudah sarapan?”
“Hmm”
“Naoko noona,bagaimana menurutmu hari ini?”
“Mmm—“ belum sempat Naoko menjawab sudah ada mulut lain yang
berucap lagi.
“Naoko,lihat betapa indahnya langit pagi ini.” Ucap Seunghun
“Noona,udara pagi ini sejuk ne?” sahut suara Hyunjo
“Naoko..”
“Noona…..”
Perkataan mereka kini tak
diindahkan Naoko,seiring dengan Naoko yang memperlambat laju sepedanya.Dari matanya,ia menatap seseorang
yang bersepeda berlawanan arah dengannya.Seorang laki laki dengan rambut hitam
kecoklatan karena diterpa sinar mentari.Yang jadi pusat perhatiaannya bukan
itu.Bukan juga teman dari laki laki itu.Tetapi tawa cerah yang terpancar jelas
dari bibir semi tebal itu.Memperlihatkan deretan gigi putih yang rapi.Juga mata
tajamnya yang sama sama cerah saat ini.
‘Andai aku boleh
berharap.Aku ingin melihat senyuman itu karenaku…’
Dua orang lain yang bersepeda di depan Naoko menoleh ke
belakang karena tak mendapati Naoko lagi di tengah mereka.Serempak keduanya
tersenyum pahit saat melihat Naoko memperhatikan ‘orang itu’.
-Seharusnya aku bisa
melupakan masa lalu dan belajar darinya…-
Siang hampir
berakhir.Sinar jingga menghiasi langit sore ini dengan begitu
indahnya.Perlahan,awan berarak membentuk sebuah perumpamaan ombak di langit
biru yang kini sudah berubah warna tersebut.Mata Naoko tak hentinya
memandanginya sambil menunggu mentari kembali ke peraduannya setelah seharian
ini melepas sinar terang dari atas sana.Setelah matahari benar benar hilang
dari langit,Naoko mendudukkan dirinya di salah satu bangku di pinggir sungai
tersebut.Sekedar melepas penat karena sehari penuh ia berada di sekolah dengan
tugas menumpuk.
“Hahh… Apa yang akan kulakukan?Aku terlalu lelah sepertinya.”
Tak
terasa,kilatan kilatan masa lalu itu melayang dengan mudahnya di pikiran Naoko
yang memang juga sedang lelah.Masa dimana ia masih dekat dengan lelaki yang
selama ini berkeliaran bebas di hidupnya tanpa pernah bisa sekali saja ia
menyapanya.Dulu,Naoko dan lelaki itu sampai dikira sepasang kekasih karena
kedekatan mereka yang sangat baik.Semua berjalan dengan indah sampai suatu
ketika ia salah tempat dan waktu untuk mengeluarkan keluh kesahnya.Saat itu salah satu kelas di tingkat 2 sedang mengadakan ulangan mendadak.Tentu saja lelaki itu
juga.Namun tiba tiba ponselnya bergetar dalam saku celananya.Dengan kesal ia
membuka pesan itu.
From : Naoko
Oppa~,aku sakit.Bisa
kau ke kelasku?
Oke,ini memang jam
istirahat bagi siswa tingkat 1.Dan Naoko
yang sedang sakit itu hanya meminta sahabatnya datang untuk menemaninya
meminta izin pada guru piket.Namun,bukan jawaban yang didapatinya melainkan
layar ponsel yang setia menghitam.Untuk kedua kalinya ia mengirim pesan.
From : Naoko
Oppa!kenapa tidak
balas?Aku menunggumu di kelasku.
“Ekhm…ada yang
ditunggu pacarnya nih?” Perkataan teman yang duduk dibelakangnya barusan sukses
membuat lelaki itu sedikit geram.Pasalnya kini hampir semua siswa di kelasnya
terusik dan menatap ke arahnya penuh tanda tanya.Dan Park seonsaengnim yang
merasa jamnya terganggu langsung menuju kearah lelaki tadi.
“Kau..apa yang kau
lakukan di jam ulangan,hah?!” Tanyanya sarkastik.
“A-anni seonsaengnim..”
“Dia berkirim pesan dengan
kekasihnya,seonsaengnim”
Tanpa basa basi Park seonsaengnim langsung menyita handphone pria tadi dan
menyuruhnya keluar ruangan dan sekaligus mencoreng nama murid itu dari
perolehan nilai di ulangan tersebut.Karena terlanjur keluar kelas,akhirnya
lelaki tadi menuju kelas Naoko yang berada di lantai 1.Namun belum sempat
lelaki itu melihat keadaan Naoko,segerombolan siswa keluar dari kelas itu
dengan 2 diantaranya membopong tubuh Naoko keluar kelas.
“Sebenarnya Naoko
nunggu siapa sih?Kenapa tidak pulang saja dari tadi kalau sakit?” Pertanyaan
itu bersahut sahutan.Lelaki tadi hanya menatap mereka semua dengan perasaan
tak menentu.
“Jika aku tahu siapa
yang membuat Naoko-chan begini,akan aku habisi dia.” ucap salah seorang pria
yang seangkatan dengannya,Seunghun.Lelaki tadi yang mendengar itu berkata dalam
hati untuk tidak mencampuri lagi urusan Naoko agar gadis itu tak perlu lagi
menunggunya atau mengusiknya yang berujung dengan gadis itu sendiri yang
celaka.
Naoko tampak memejamkan matanya dengan
posisi duduk.Matanya memang terpejam,namun 2 bulir air mata meleleh dari kedua
matanya,menuruni hidung mancungnya dan pipi kemudian bermuara di dagu yang
berakhir dengan jatuh di bangku yang ia duduki.Dua ibu jari menyapu air mata
Naoko.Lelaki yang selama ini menjauh dari kehidupannya untuk sejenak kembali ke
posisinya.Namun sedetik berikutnya lelaki itu pergi.Dari kejauhan ia menatap
Naoko.Sebenarnya selama ini ia memerhatikan Naoko.
-Malam itu,ia baru
selesai mengerjakan tugas di rumah temannya.Dengan lelah ia mengayuh sepeda.Tak
sengaja matanya menemukan Naoko yang menatap jam tangannya.Ada perasaan
aneh,namun segera ia palingkan wajahnya dan berekspresi sedatar mungkin saat
menyadari Naoko akan menoleh ke arahnya.
-Setiap bel istirahat
ia tahu Naoko pasti akan menghabiskan waktu di taman sekolah.Diam diam ia
memperhatikan Naoko.Ingin sekali menyapanya,namun ia takut kejadian yang sama
terulang kembali.Saat bel masuk berbunyi,ia mengikuti Naoko dan kemudian
berekspresi biasa saja sambil berjalan tergesa ke lantai 3 saat Naoko akan
menatap ke arahnya.
-Hari Minggu itu,ia
bersepeda keliling kota dengan temannya.Sesekali ia bercanda.Dari kejauhan ia
melihat Naoko yang tampak malas dengan kedua lelaki di samping kiri dan
kanannya.Namun ia tak melanjutkan menatap Naoko dan memilih kembali bercanda
saat mengetahui Naoko mulai menyadari dirinya.
Lelaki
tadi hanya bersandar di kap mobilnya dan menatap Naoko dari jauh tanpa berniat
membangunkan tidurnya yang salah tempat itu.
‘Sangat indah rasanya
melihat pancaran jernih matamu yang lembut namun cukup tajam bahkan jeli.Dan
saat melihat mata itu tertutup serta mengeluarkan bulir bulir kristal membuat
sesuatu didadaku terasa nyeri dan sesak.Terlebih otakku serasa meledak jika
membayangkan mata indah itu memerah dan memendam perih di dalam hatimu yang kau
rasa hampa.’
Naoko mulai tersadar dan melirik
jam tangannya.Ini sudah cukup malam.Dengan langkah cepat ia pulang.Meninggalkan
lelaki tadi yang masih setia di sana menatap kepergian Naoko dalam diam.
-Love is something
that full of mistery