Rabu, 07 Agustus 2013

Someone In My Eyes


-Firstly,aku bingung dengan hoobae ku …-

“Naoko noona…” panggil seorang laki laki berseragam SMU bername tag Jang Hyun Jo

“Hmm?” sahut perempuan lain yang dipanggil Naoko tadi.Naoko Hasegawa.

“Ng….” belum sempat Hyun Jo mengucap kata lain handphone Naoko berdering menandakan ada panggilan masuk.


Moshi moshi…eh,Yoboseyo…..” Aih,Naoko merutuki dirinya sendiri yang salah mengucapkan sapaan dalam telepon.

“Hng… Ne … Arrasseo … Annyeong” Naoko melesakkan kembali ponsel touchscreennya dalam saku jasnya.

Mianhae,Hyunjo.Aku harus pulang.Annyeong” Kepergian Naoko menyisakan  Hyunjo yang kembali menyalahkan lidahnya.Kenapa harus kelu setiap kali berkata tentang hal seperti ini?Daripada angin malam menusuknya dan membuatnya flu,Hyunjo melangkah pulang meninggalkan taman yang masih cukup ramai karena malam belum terlalu larut.
                
            Di sisi lain,Naoko menanti kedatangan bus di halte.Sesekali ia mengecek jam di tangannya.Terhitung hampir 5 menit ia menanti tetapi tanda tanda kedatangan busnya belum juga nampak.Naoko memandang jalanan di sekitarnya dan mendapati seorang lelaki yang mengayuh sepedanya di seberang jalan.Jaraknya cukup jauh memang,tapi mata Naoko seolah jeli mengenali siapa pesepeda yang malam malam begini masih mengenakan seragam sekolah dan wajah datar yang setia menutupi kelelahan yang dirasakannya.Naoko tidak bodoh menyadari setetes keringat menuruni pelipis lelaki tadi.Akhirnya bus menuju rumahnya datang,segera Naoko beradu masuk dengan beberapa penumpang lain.

Aku tahu dan mengerti kau lelah.Maaf,pernah mengusik kehidupanmu…’ Seiring bus berjalan,Naoko menunduk semakin dalam.Ia juga lelah untuk mengingat semuanya.

-Secondly,sunbaeku…-
                
            Bel istirahat baru saja berbunyi.Naoko segera melesat keluar kelas.Bukan kantin tujuannya,tapi taman sekolah.Dua buku yang cukup tebal bersarang di salah satu tangannya yang ia letakkan di depan dada.Sesampai di taman sekolah dan duduk di salah satu kursi-meja dari batu,ia memulai membuka lembar demi lembar bukunya sembari memahami isi dan setiap kata kata yang tertera di sana.Bibirnya terkatup rapat seolah juga ikut memahami tiap bait kalimat yang ada dalam buku tersebut.

Puk.

Seseorang menepuk pelan bahu Naoko yang membuat gadis itu sedikit berjengat kaget.

“Ah,sunbae.”

“Seperti biasa,kau selalu sibuk dengan buku.”

“Hmm.” Jawab Naoko singkat namun terdengar antusias.

“Mau kutemani?”

“Terserah sunbae saja.Kalau sunbae sibuk,sebaiknya tidak.” Ucap Naoko sopan.

Anni.Setelah ini bahkan ada jam kosong.Jadi aku cukup bebas.”

“Ohh..”
Naoko kembali melanjutkan acara membacanya.

“Buku apa itu?”

“Sejarah Asia Timur.”

“Kau suka sejarah?”

“Tidak juga,sunbae.Hanya saja kupikir sejarah itu menarik.Kita bisa belajar banyak dari masa lalu dan melalui masa depan dengan baik.”

“Ah…begitu rupanya.” Samar samar laki laki yang diketahui bernama Seunghun  itu tersenyum pahit.
Tak berselang lama,bel tanda masuk berbunyi.Setelah mengucap salam dan membungkuk sejenak tanda permisi pada sunbaenya,Naoko pergi ke kelasnya.
Hahh…selalu begitu.Jam membaca berakhir dengan berbincang bersama Seunghun sunbae.’ Gumam Naoko dalam hati.Sebelum kaki Naoko melangkah memasuki kelas,mata Naoko menangkap sesosok tubuh tegap berjalan tergesa,setengah berlari dengan kedua tangan yang dimasukkan dalam saku celana menaiki tangga menuju lantai 3.Lelaki tingkat 3 yang sama dengan semalam ditemui atau lebih tepatnya hanya dipandang Naoko.Setelah menghembuskan nafas berat,Naoko masuk ke dalam kelas sebelum ada guru masuk.

-Aku terlalu tidak mengerti dengan mereka berdua…-
                
            Hari ini Minggu pagi yang cerah.Seharusnya sih begitu.Tapi sepertinya hari ini tidak begitu cerah.Atau hanya perasaan Naoko saja karena sepertinya dari tadi ia juga tak terlalu memperhatikan mentari dan langit yang mengukir senyuman di pertengahan musim semi.Yang jadi perhatiaannya,ah lebih tepatnya menyita perhatian dan memaksanya memperhatikan 2 orang yang terus terusan melayangkan kata kata yang membuat Naoko jengah harus menjawab dan menyahut yang mana.

“Naoko-sshi,kau sudah sarapan?”

“Hmm”
“Naoko noona,bagaimana menurutmu hari ini?”

“Mmm—“ belum sempat Naoko menjawab sudah ada mulut lain yang berucap lagi.

“Naoko,lihat betapa indahnya langit pagi ini.” Ucap Seunghun

“Noona,udara pagi ini sejuk ne?” sahut suara Hyunjo

“Naoko..”

“Noona…..”

Perkataan mereka kini tak diindahkan Naoko,seiring dengan Naoko yang memperlambat  laju sepedanya.Dari matanya,ia menatap seseorang yang bersepeda berlawanan arah dengannya.Seorang laki laki dengan rambut hitam kecoklatan karena diterpa sinar mentari.Yang jadi pusat perhatiaannya bukan itu.Bukan juga teman dari laki laki itu.Tetapi tawa cerah yang terpancar jelas dari bibir semi tebal itu.Memperlihatkan deretan gigi putih yang rapi.Juga mata tajamnya yang sama sama cerah saat ini.

Andai aku boleh berharap.Aku ingin melihat senyuman itu karenaku…

            Dua orang lain yang bersepeda di depan Naoko menoleh ke belakang karena tak mendapati Naoko lagi di tengah mereka.Serempak keduanya tersenyum pahit saat melihat Naoko memperhatikan ‘orang itu’.

-Seharusnya aku bisa melupakan masa lalu dan belajar darinya…-
                
            Siang hampir berakhir.Sinar jingga menghiasi langit sore ini dengan begitu indahnya.Perlahan,awan berarak membentuk sebuah perumpamaan ombak di langit biru yang kini sudah berubah warna tersebut.Mata Naoko tak hentinya memandanginya sambil menunggu mentari kembali ke peraduannya setelah seharian ini melepas sinar terang dari atas sana.Setelah matahari benar benar hilang dari langit,Naoko mendudukkan dirinya di salah satu bangku di pinggir sungai tersebut.Sekedar melepas penat karena sehari penuh ia berada di sekolah dengan tugas menumpuk.

“Hahh… Apa yang akan kulakukan?Aku terlalu lelah sepertinya.”
                
            Tak terasa,kilatan kilatan masa lalu itu melayang dengan mudahnya di pikiran Naoko yang memang juga sedang lelah.Masa dimana ia masih dekat dengan lelaki yang selama ini berkeliaran bebas di hidupnya tanpa pernah bisa sekali saja ia menyapanya.Dulu,Naoko dan lelaki itu sampai dikira sepasang kekasih karena kedekatan mereka yang sangat baik.Semua berjalan dengan indah sampai suatu ketika ia salah tempat dan waktu untuk mengeluarkan keluh kesahnya.Saat itu salah satu kelas di tingkat 2 sedang mengadakan ulangan mendadak.Tentu saja lelaki itu juga.Namun tiba tiba ponselnya bergetar dalam saku celananya.Dengan kesal ia membuka pesan itu.

From : Naoko
Oppa~,aku sakit.Bisa kau ke kelasku?

            Oke,ini memang jam istirahat bagi siswa tingkat 1.Dan Naoko  yang sedang sakit itu hanya meminta sahabatnya datang untuk menemaninya meminta izin pada guru piket.Namun,bukan jawaban yang didapatinya melainkan layar ponsel yang setia menghitam.Untuk kedua kalinya ia mengirim pesan.

From : Naoko
Oppa!kenapa tidak balas?Aku menunggumu di kelasku.

“Ekhm…ada yang ditunggu pacarnya nih?” Perkataan teman yang duduk dibelakangnya barusan sukses membuat lelaki itu sedikit geram.Pasalnya kini hampir semua siswa di kelasnya terusik dan menatap ke arahnya penuh tanda tanya.Dan Park seonsaengnim yang merasa jamnya terganggu langsung menuju kearah lelaki tadi.

“Kau..apa yang kau lakukan di jam ulangan,hah?!” Tanyanya sarkastik.

“A-anni seonsaengnim..”

“Dia berkirim pesan dengan kekasihnya,seonsaengnim”

Tanpa basa basi Park seonsaengnim langsung menyita handphone pria tadi dan menyuruhnya keluar ruangan dan sekaligus mencoreng nama murid itu dari perolehan nilai di ulangan tersebut.Karena terlanjur keluar kelas,akhirnya lelaki tadi menuju kelas Naoko yang berada di lantai 1.Namun belum sempat lelaki itu melihat keadaan Naoko,segerombolan siswa keluar dari kelas itu dengan 2 diantaranya membopong tubuh Naoko keluar kelas.

“Sebenarnya Naoko nunggu siapa sih?Kenapa tidak pulang saja dari tadi kalau sakit?” Pertanyaan itu bersahut sahutan.Lelaki tadi hanya menatap mereka semua dengan perasaan tak menentu.

“Jika aku tahu siapa yang membuat Naoko-chan begini,akan aku habisi dia.” ucap salah seorang pria yang seangkatan dengannya,Seunghun.Lelaki tadi yang mendengar itu berkata dalam hati untuk tidak mencampuri lagi urusan Naoko agar gadis itu tak perlu lagi menunggunya atau mengusiknya yang berujung dengan gadis itu sendiri yang celaka.

Naoko tampak memejamkan matanya dengan posisi duduk.Matanya memang terpejam,namun 2 bulir air mata meleleh dari kedua matanya,menuruni hidung mancungnya dan pipi kemudian bermuara di dagu yang berakhir dengan jatuh di bangku yang ia duduki.Dua ibu jari menyapu air mata Naoko.Lelaki yang selama ini menjauh dari kehidupannya untuk sejenak kembali ke posisinya.Namun sedetik berikutnya lelaki itu pergi.Dari kejauhan ia menatap Naoko.Sebenarnya selama ini ia memerhatikan Naoko.

-Malam itu,ia baru selesai mengerjakan tugas di rumah temannya.Dengan lelah ia mengayuh sepeda.Tak sengaja matanya menemukan Naoko yang menatap jam tangannya.Ada perasaan aneh,namun segera ia palingkan wajahnya dan berekspresi sedatar mungkin saat menyadari Naoko akan menoleh ke arahnya.

-Setiap bel istirahat ia tahu Naoko pasti akan menghabiskan waktu di taman sekolah.Diam diam ia memperhatikan Naoko.Ingin sekali menyapanya,namun ia takut kejadian yang sama terulang kembali.Saat bel masuk berbunyi,ia mengikuti Naoko dan kemudian berekspresi biasa saja sambil berjalan tergesa ke lantai 3 saat Naoko akan menatap ke arahnya.

-Hari Minggu itu,ia bersepeda keliling kota dengan temannya.Sesekali ia bercanda.Dari kejauhan ia melihat Naoko yang tampak malas dengan kedua lelaki di samping kiri dan kanannya.Namun ia tak melanjutkan menatap Naoko dan memilih kembali bercanda saat mengetahui Naoko mulai menyadari dirinya.
               
             Lelaki tadi hanya bersandar di kap mobilnya dan menatap Naoko dari jauh tanpa berniat membangunkan tidurnya yang salah tempat itu.

Sangat indah rasanya melihat pancaran jernih matamu yang lembut namun cukup tajam bahkan jeli.Dan saat melihat mata itu tertutup serta mengeluarkan bulir bulir kristal membuat sesuatu didadaku terasa nyeri dan sesak.Terlebih otakku serasa meledak jika membayangkan mata indah itu memerah dan memendam perih di dalam hatimu yang kau rasa hampa.’

Naoko mulai tersadar dan melirik jam tangannya.Ini sudah cukup malam.Dengan langkah cepat ia pulang.Meninggalkan lelaki tadi yang masih setia di sana menatap kepergian Naoko dalam diam.




-Love is something that full of mistery