This is just fantasy story.I don't use kpop idol to be the cast.It's just my real imagination.If there are same with other story,sorry.That's out of my handle.Enjoy it!
>>>>>
Malam yang cerah untuk hari ini.Setelah seharian semua orang
menggeluti kegiatan mereka,sudah pasti kini saatnya untuk istirahat.Tapi,ini
masih pukul 7.30 pm.Cukup awal untuk
tidur sekarang.Begitulah bagi seorang
gadis yang bernama Jung Young Ah.Gadis 18 tahun yang kini tengah menyusuri
keindahan kotanya.Kota tempat ia lahir,tempat ia dibesarkan,kota yang menaruh
kenangan manis dan pahit yang kini membuatnya tersenyum miris.Miris.Cahaya
bintang dan bulan seolah tak bisa menerangi jalan yang ia tempuh di kehidupan
sekarang ini.
Jalanan
belum juga sepi.Sudah lebih dari setengah jam Young Ah berjalan dan kini ia
berada di sebuah taman.Hanya beberapa lampu taman yang meneranginya.Kembali ia
memasang senyum miris di bibir mansinya kala menyaksikan banyak orang yang
berpasangan,juga orang tua dan anaknya yang mungkin juga sedang menikmati
malam.Tentu saja,ini weekend.Malam minggu.Langkah kakinya terhenti saat
mendapati ruang kosong di taman tersebut.Sebentar saja ia ingin duduk,tiba
tiba..
BRUKK!.
Tercekat!Udara serasa berat untuk dihirupnya.Persendiannya
seakan lemah seketika.Bagaimana tidak?Ini weekend yang seharusnya berjalan
biasa saja tiba tiba ia mendapati suatu pemandangan langka yang akan membuat
semua orang tak percaya.Sesosok laki laki bersayap kini tengah tersungkur di
hadapannya dengan keadaan sayap kanan yang terluka,bahkan mungkin hampir patah.
“N-n-n-nuguya?” tunjuk Young Ah pada lelaki itu dengan suara
bergetar.
“Tolonngghh…” rintih sosok bersayap tadi.
Segera Young Ah membantu mengangkat tubuhnya.Dengan keberanian
yang ia kuatkan demi menolong sosok menderita di hadapannya.Entah karena kekuatan
tubuhnya tak sepadan untuk mengangkat laki laki tersebut atau murni sebuah
accident,bukannya berhasil ia malah jatuh dengan punggung yang mendarat
duluan.Sadar atau tidak,ia bahkan sedang memegang sosok tadi yang otomatis juga
ambruk menimpanya.Ini kesalahan.Bukan karena Young Ah juga akan merasa
sakit,tapi bibirnya.Bibirnya bersentuhan dengan sosok tadi.
‘Dingin..’ batin Young Ah.
Perlahan muncullah cahaya yang cukup menyilaukan mata
berasal dari sosok tadi.Sayap kanan yang semula terluka parah kini perlahan
mulai sembuh.Dalam hitungan detik kedua sayapnya sudah menghilang dibalik
punggung tegapnya.Kemudian ia tersenyum penuh arti pada Young Ah yang masih
setia memejamkan matanya.Aneh juga,Young Ah tak merasakan sakit yang begitu
berarti.Hanya saja
“B-bb..ber..raat” ucap Young Ah seraya menjauhkan sosok
tersebut dari tubuhnya.
“Mianhae.”
Kini mereka sudah berhasil berdiri.
“Nan gwaenchanha.Keunde,nuguya?”
“Aku…
.
.
.
Angel !”
“Hah?”
Terkejut?Lagi?Tentu.Sosok dihadapannya adalah
malaikat.Apa yang salah dengan otaknya?Young Ah sedang menghayal?Ahh…mungkin ia
sedang stress.Ia langkahkan kakinya menjauh sebelum mimpinya makin aneh.Ya,dia
akan pergi sebelum tangan kekar nan dingin menahannya.Menahan lengannya.
“Mau ke mana?Ini bukan mimpi.Aku nyata dihapadanmu,noona
----“
“Jung Young Ah”
Apa boleh buat.Ia juga sudah terpaku tak bisa melangkah
lagi.
=== 0 ===
Sepanjang
jalan menuju rumah Young Ah,mereka hanya diam.Saling sibuk dengan pikiran
masing masing mungkin.Setibanya di sebuah rumah yang mewah,langkah Young Ah terhenti.Sontak
sang malaikat juga berhenti dan memandang penuh bingung ke arahnya.
“Bagaimana caranya masuk?Nanti kau pasti ketahuan.” Ucapnya
penuh takut sambil memandang malaikat tadi.Sejurus kemudian malaikat tersebut
tersenyum manis.
“Jangan khawatir.Pegang tanganku.”
Dengan takut takut,Young Ah memegang tangan yang memberinya
sensasi dingin.
Sekejap saja,mereka sudah berada di balkon kamar Young Ah.
Sekejap saja,mereka sudah berada di balkon kamar Young Ah.
“Hah?bagaimana bisa?”
Sang malaikat hanya kembali tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Young Ah.Lama mereka kembali terdiam.
Sang malaikat hanya kembali tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Young Ah.Lama mereka kembali terdiam.
“Mau minum? Atau makan sesuatu?”
“Tidak,aku sudah kenyang.”
“Malaikat juga makan?”
“Ya,tentu.Ketika melihat manusia melakukan kebaikan,bagi
kami itu makan.”
“Ahh…begitu rupanya.Memangnya kapan kau melihat?”
“Barusan.Ketika seorang yeoja cantik menolong malaikat yang
tengah terkulai lemah dengan keadaan mengenaskan.Dan dengan kebaikannya,ia
menyembuhkan sang malaikat.”
“Hahaha..”
“Kenapa tertawa?”
“Ternyata malaikat itu sangat puitis.Kata katamu sungguh
indah.”
Sang malaikat hanya tersenyum.Lagi.
“Kenapa tadi kau sedih?”
“Eh?Aku? Ng…”
“Ceritakan.Karena kau sudah berbuat baik untukku.Maka aku
akan mendengarkan semua ceritamu.”
“Apakah kau akan mengubah keadaanku?Ah!Maksudku apakah kau
bisa mengabulkan keinginanku?”
“Hahahaha”
“Kenapa ganti kau yang tertawa? ”
“Kau aneh.Kau lucu.Jika meminta,mana mungkin kepada
malaikat?Kau punya Tuhan yang akan mengabulkan permintaanmu.”
“Ah..Benar juga ya!”
“Jadi?”
“Apa?” Young Ah memasang tampang innocent.
“Ceritakan masalahmu.”
Diam.Young Ah hanya diam.Beberapa saat kemudian ia menghirup
udara dalam dalam seakan takut kehabisan.
“Aku…Aku sedih dengan hidupku.”
“Wae?”
“Tidak ada ruang yang menerimaku.Aku benci!Aku benci dunia
yang luas.Aku benci dunia yang luas yang bahkan tak memberiku tempat.Semua
membuangku.Aku sangat benci keadaanku.Aku putus asa.”
Tes..
Tes..
Tes..
Dua kristal bening lolos dari pertahanan Young Ah.Mengalir
seenaknya di pipi putihnya.Ia lanjutkan ceritanya
“Dari awal aku hidup,aku sudah tak diberi tempat.Aku
dibuang,aku tak diharapkan.Kedua orang tuaku pergi meninggalkanku.Aku hidup bersama
paman dan bibiku yang super sibuk.Mereka memang tak mempunyai anak.Mereka
terlalu sibuk.Aku tak merasakan apa itu kasih sayang.Sampai, aku mengenal dunia
sekolah.Sejak saat itu aku hanya tau apa itu ilmu pengetahuan.Aku seorang
pendiam.Kenapa?Bahkan aku menjadi ramahpun tak ada satu teman yang mau berteman
denganku.Aku sendirian.Sampai sebuah kecelakaan yang membuat penyakit atsmaku
makin parah dan akhirnya koma..”
Sejenak ia hirup lagi udara yang
terasa telah lepas dari pernapasannya.Ia hampir tak sanggup melanjutkan.Tangan
dingin malaikat mengelus lembut surai kecoklatan sepunggungnya.Tapi itu justru memberinya
kehangatan dan kekuatan.
“Setelah sadar dari koma,aku masih menderita.Saat itu usiaku
masih kecil dan yang ada dipikiranku adalah aku ingin sembuh.Ya,itu saja.Setiap
saat entah mataku terbuka atau terpejam aku terus meminta kepada Tuhan untuk
sembuh dan tetap hidup.Dan Tuhan mengabulkan.Hingga saat ini aku masih berhasil
hidup adalah karena permintaanku itu.Aku bangga,tapi juga sedih.Ku pikir
selepas koma aku akan memiliki kehidupan yang lebih baik.Ternyata
salah.Kehidupanku makin hancur karena terus dalam kesendirian dan tak pernah
merasakan cinta dan kasih sayang.”
“Menyesal?”
Young Ah menyunggingkan senyum tipis. “Tidak”
“Kau berbohong?”
“Hehe.Rasa menyesal,kecewa,marah,putus asa pasti
ada.Tapi,kalau aku menyerah sekarang bagaimana dengan permintaanku yang
lainnya?”
“Mmm…Pernahkah terpikir olehmu untuk meminta dan kemudian
berjuang?”
“Ya,tentu saja.Tapi setiap aku berjuang.Saat itu juga aku jatuh.Mencoba
lagi,lagi,dan lagi.Maka aku juga terjatuh untuk yang kesekian kali.Aku hanya
bisa berharap dan meminta pada Tuhan.”
“Masuklah.Ini sudah larut.”
“Lalu,kau?”
“Aku akan pulang.Gomawo atas semuanya.Aku harap kau
bahagia.Dan,cobalah sekali lagi saja untuk menemukan kebahagiaanmu yang
sesungguhnya.”
“K-Keunde…”
“Annyeong hi ghaseyo..Saranghae”
Cup
Sekilas.Hanya sekilas sang malaikat meninggalkan jejak
dingin di bibir Young Ah.
“Nado..”
Dan muncullah kedua sayap di punggung malaikat.Dalam
beberapa saat ia melesat jauh ke angkasa.Hingga sebuah cahaya mirip bintang
berpijar terang di langit.
===Next Night====
Sejak pertemuan yang masih belum sepenuhnya ia
percayai,Young Ah jadi lebih bersemangat.Mungkin ia benar benar bisa menemukan
kebahagiaannya barang sekali saja.Ia berbalik arah dari arahnya berjalan tadi…
BRUK!
Ia akan terjatuh sebelum tangan kekar menahannya.Matanya
masih terpejam dengan rapat.
‘Hangat..’ kali ini sangat hangat baginya.
Perlahan ia buka matanya,dan ia mendapati seorang laki laki
yang menahannya.Malaikat? Wajahnya sangat mirip.Tanpa sadar tangannya tergerak untuk
memegang wajah sang lelaki.Belum sampai,orang tersebut segera membenarkan
posisi Young Ah sehingga ia bisa berdiri.
“Mi-Mianhae..” ucap Young Ah takut takut sambil menunduk.
“Park Yun Ho”
“Eh?” ia dongakkan kepalanya sembari memasang wajah bingung.
Yunho melangkahkan kakinya berniat untuk pergi.
“Changkaman!K-Kau..kau nyata?”
“Datang dan temui aku di sekolahmu besok pagi.Cobalah untuk
memperhatikan sekitarmu,Jung Young Ah”
Kini Yunho benar benar pergi dari hadapan Young Ah dengan
senyum yang menawan.Perlahan tapi pasti,sadar atau tidak,Young Ah menyunggingkan
senyumnya.Senyum yang sangat indah.
-Cause real love is how you know it in your real life…