Minggu, 21 Juli 2013

I Wait You Under Eiffel Tower

8.oo pm
            
             Sudah biasa wanita itu di sini.Di bawah Eiffel Tower yang terkenal di dunia.Ia sudah biasa juga untuk menunggu.Meski apa yang tengah ia tunggu adalah hal yang tak mungkin.Hal yang malah akan lebih menyakiti hatinya.Ia rela.
             
             Satu jam berlalu namun Jane Hwang belum beranjak.Ya,wanita tadi adalah Jane Hwang.Wanita Korea yang merasakan cintanya di Paris.Ah,lebih tepatnya di bawah Eiffel Tower.Dan disini pula ia kehilangannya.Ia tak mau mengakuinya.Baginya,disini satu satunya tempat ia merasakan cinta.Bukan tempat ia kehilangan.Meski hatinya kerap berkecamuk,tapi keyakinannya tetap kukuh.
             
             Malam semakin larut,udara semakin dingin.Perlahan rekaman kejadian terlintas dalam ingatannya.Kejadian kejadian yang indah sampai buruk untuk ia ingat kembali.

=Flashback=
                Musim panas yang indah di Paris.Untuk pertama kalinya Jane merasakan udara panas yang menyengat kulit putihnya di sini.Memakai hotpants justru memberi akses matahari membakar kulit,rupanya.Lama ia menunggu.Dari balik kacamata hitam dan celah topinya,sesekali ia pandangi silaunya mentari.Sedikit menghilangkan rasa jenuhnya.

“Lama menunggu?” Tiba tiba ada suara dari belakangnya.

“Ah,Mark!” Laki laki yang bersuara tadi,Mark Jo.Orang yang sedari tadi ditunggunya.Tak lama kemudian mereka melangkahkan kaki.Berniat mengitari keindahan Paris.Sesekali mereka terlihat bercanda.Lambat laun langkah mereka melambat.Setelah mendapati café di ujung jalan,mereka segera masuk ke dalamnya.Berlindung dan beristirahat sejenak sepertinya lebih baik.

“Mau minum apa?” Tanya Mark.
 “Eumm…cola dingin saja.”

Kemudian mereka memesan kepada pelayan.Sambil menunggu,mereka berbincang.

“Kapan kau datang,Jane?”

“Tadi malam pesawatnya mendarat.”

“Ahh…kau sendirian?Maksudku tak bersama keluargamu?”

“Ya,aku kemari untuk liburan dan tak mengajak siapapun.Bagaimana pekerjaanmu di sini?”

“Baik,tentu saja.Di sini banyak tempat yang indah jadi mendukung pekerjaanku.”
Pesanan mereka datang.Dan mereka menikmatinya sambil berbincang kembali.Sesekali tawa terdengar dari meja di sudut ruangan itu.
             
             Malam ini Jane kembali mengunjungi Eiffel tower bersama Mark.Mereka merasakan indahnya kota Paris yang terkesan romantic dan glamour.Gemerlap lampu yang turut menghiasi seakan menjadi pelengkap sudut kota yang ramai tersebut.

“Jane,aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Apa itu?”

            Bukannya menjawab,Mark justru berlari menjauhi Jane.Jane bingung,tapi tak lama kemudian ia menyusul Mark berlari.Mengikuti kemana perginya lelaki bertubuh jangkung tersebut.Sama sama orang Asia khususnya Korea membuatnya tak sulit mengenali Mark diantara lautan manusia malam itu.Langkahnya terhenti  ketika dilihatnya Mark berhenti juga dihadapannya.

“Sebenarnya ada apa?” Tanya Jane sambil menetralisir nafasnya yang tak beraturan setelah berlari.

“Kemarilah”

Kemudian Jane berjalan mendekati Mark yangberada tepat dibawah Eiffel Tower.

“Jane,can you feel what I feel?I feel…..You’re my half soul,you’re my life,you’re my love.Have you feel it?”

            Jane hanya diam mendengar penuturan Mark.Jujur ia selama ini merasakan apa yang dirasakan Mark.Mereka adalah teman sejak bangku Senior High School.Dan waktu 3 tahun cukup untuk menumbuhkan suatu rasa tak biasa yang sering disebut dengan cinta.Dan 2 tahun berpisah tidak mampu membuat perasaan itu luntur begitu saja dari hati Jane,dan sepertinya Mark juga.

“I also,Mark”

“So,Would you be my girlfriend?”

‘I would’ jawaban itulah yang terus terusan diharap Mark dalam hatinya.Ia berharap Tuhan mengabulkan permintaannya untuk memiliki gadis ini.Ia ingin Hwang Ji Eun menjadi milik Jo Sang In.Hanya itu yang terbersit dalam benaknya.Beberapa saat Jane tak kunjung menjawab.

“I…”

“Nde?”

“I can’t” Jawab Jane sambil memejamkan matanya.Bukan!Bukan itu yang diharap keluar dari mulut kecil Jane oleh Mark.Ia tak percaya dan tidak akan percaya dengan jawaban Jane.Bukankah tadi Jane juga merasakan apa yang ia rasakan?

“Why?”

“I….. I need more time to know you.”

“Time?We have met 5 years ago.And you need more time?”

“Listen to me,please.I just need to know you here.In Paris.Yeah,that’s my reason,Mark!”

             Kecewa,senang,dan berbagai perasaan bercampur di hati Mark.Ia kecewa tak dapat memiliki Jane.Tapi ia senang karena setidaknya Jane hanya perlu waktu.Ia bersedia menunggu hingga Jane benar benar siap jadi kekasihnya.Atau bahkan lebih baik jadi pendamping hidupnya.

                Hari berganti hari.Mereka kembali berada di Eiffel tower.Lama kelamaan Mark tidak sabar menunggu kapan kesiapan Jane tersebut berujung penerimaan atas dirinya untuk memilikinya.Mark tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi.Ia sangat mencintai Jane,dan ia tak ingin perasaannya hanya bisa terucap namun tak bisa memiliki perasaan lain yang sama tersebut.

“Jane!sebenarnya kapan kau siap?”

“Huh?”

“Aku lelah menunggumu,Jane.Kita telah melewati banyak waktu.Terhitung pertama bertemu hingga kini kita di Paris.Aku jengah!”

“Mark,dengarkan aku.Aku hanya ingin-“

“Waktu?Enough Jane,enough!Katakan saja bahwa sesungguhnya kau tak pernah mencintaiku dan kau butuh waktu untuk mencintaiku?Iya kan?”

“Tidak,Mark.Dengarkan aku dulu,aku hanya ingin kita lebih dekat di Paris.”

“Omong kosong.Maaf,Jane tapi aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.”

Mark menghentakkan tangan Jane yang menggenggam pergelangannya kemudian berlalu dengan perasaan kecewa mendalam.Jane hanya bisa menangis hebat.Di mana Paris yang romantic?Di mana Paris yang penuh cinta seperti yang sering orang katakan?Pertahanannya kian runtuh ketika mendapati kejadian yang semakin mengguncangnya.Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri,tubuh Mark yang kini  bersimbah darah di pinggir jalan.Ya,Mark kecelakaan saat akan menyeberang jalan setelah meninggalkan Jane.Kini,Jane hanya bisa bersimpuh dan menyesali langkah yang dilaluinya.
=Flashback End=
               
              Air mata Jane kembali mengalir ketika kenangan itu terus menghantuinya.Ia ingin mengenal Mark lebih dalam saat di Paris karena ia ingin membuktikan seberapa romantic dan indahnya Paris untuk saling mengenal dan kemudian memiliki.Ia ingin menjalani setiap tahap tersebut di sini.Tapi,itu hanya rencananya.Tuhan bisa saja berkata lain akan apa yang ia harapkan.Perlahan Jane membuka matanya dan berucap suatu kata untuk membayar segala penyesalannya.

“I would.I would be your girl,Mark.”



-Love need more time to know each other,and love also need more time to release each other.