8.oo pm
Sudah
biasa wanita itu di sini.Di bawah Eiffel Tower yang terkenal di dunia.Ia sudah
biasa juga untuk menunggu.Meski apa yang tengah ia tunggu adalah hal yang tak
mungkin.Hal yang malah akan lebih menyakiti hatinya.Ia rela.
Satu
jam berlalu namun Jane Hwang belum beranjak.Ya,wanita tadi adalah Jane
Hwang.Wanita Korea yang merasakan cintanya di Paris.Ah,lebih tepatnya di bawah
Eiffel Tower.Dan disini pula ia kehilangannya.Ia tak mau
mengakuinya.Baginya,disini satu satunya tempat ia merasakan cinta.Bukan tempat
ia kehilangan.Meski hatinya kerap berkecamuk,tapi keyakinannya tetap kukuh.
Malam
semakin larut,udara semakin dingin.Perlahan rekaman kejadian terlintas dalam
ingatannya.Kejadian kejadian yang indah sampai buruk untuk ia ingat kembali.
=Flashback=
Musim panas yang indah di
Paris.Untuk pertama kalinya Jane merasakan udara panas yang menyengat kulit
putihnya di sini.Memakai hotpants justru memberi akses matahari membakar
kulit,rupanya.Lama ia menunggu.Dari balik kacamata hitam dan celah
topinya,sesekali ia pandangi silaunya mentari.Sedikit menghilangkan rasa
jenuhnya.
“Lama menunggu?” Tiba
tiba ada suara dari belakangnya.
“Ah,Mark!” Laki laki
yang bersuara tadi,Mark Jo.Orang yang sedari tadi ditunggunya.Tak lama kemudian
mereka melangkahkan kaki.Berniat mengitari keindahan Paris.Sesekali mereka
terlihat bercanda.Lambat laun langkah mereka melambat.Setelah mendapati café di
ujung jalan,mereka segera masuk ke dalamnya.Berlindung dan beristirahat sejenak
sepertinya lebih baik.
“Mau minum apa?” Tanya
Mark.
“Eumm…cola dingin
saja.”
Kemudian mereka
memesan kepada pelayan.Sambil menunggu,mereka berbincang.
“Kapan kau
datang,Jane?”
“Tadi malam pesawatnya
mendarat.”
“Ahh…kau
sendirian?Maksudku tak bersama keluargamu?”
“Ya,aku kemari untuk
liburan dan tak mengajak siapapun.Bagaimana pekerjaanmu di sini?”
“Baik,tentu saja.Di
sini banyak tempat yang indah jadi mendukung pekerjaanku.”
Pesanan mereka
datang.Dan mereka menikmatinya sambil berbincang kembali.Sesekali tawa terdengar
dari meja di sudut ruangan itu.
Malam ini Jane kembali
mengunjungi Eiffel tower bersama Mark.Mereka merasakan indahnya kota Paris yang
terkesan romantic dan glamour.Gemerlap lampu yang turut menghiasi seakan
menjadi pelengkap sudut kota yang ramai tersebut.
“Jane,aku ingin
mengatakan sesuatu.”
“Apa itu?”
Bukannya menjawab,Mark
justru berlari menjauhi Jane.Jane bingung,tapi tak lama kemudian ia menyusul
Mark berlari.Mengikuti kemana perginya lelaki bertubuh jangkung tersebut.Sama
sama orang Asia khususnya Korea membuatnya tak sulit mengenali Mark diantara
lautan manusia malam itu.Langkahnya terhenti
ketika dilihatnya Mark berhenti juga dihadapannya.
“Sebenarnya ada apa?”
Tanya Jane sambil menetralisir nafasnya yang tak beraturan setelah berlari.
“Kemarilah”
Kemudian Jane berjalan
mendekati Mark yangberada tepat dibawah Eiffel Tower.
“Jane,can you feel
what I feel?I feel…..You’re my half soul,you’re my life,you’re my love.Have you
feel it?”
Jane hanya diam
mendengar penuturan Mark.Jujur ia selama ini merasakan apa yang dirasakan
Mark.Mereka adalah teman sejak bangku Senior High School.Dan waktu 3 tahun
cukup untuk menumbuhkan suatu rasa tak biasa yang sering disebut dengan
cinta.Dan 2 tahun berpisah tidak mampu membuat perasaan itu luntur begitu saja
dari hati Jane,dan sepertinya Mark juga.
“I also,Mark”
“So,Would you be my
girlfriend?”
‘I would’ jawaban
itulah yang terus terusan diharap Mark dalam hatinya.Ia berharap Tuhan
mengabulkan permintaannya untuk memiliki gadis ini.Ia ingin Hwang Ji Eun
menjadi milik Jo Sang In.Hanya itu yang terbersit dalam benaknya.Beberapa saat
Jane tak kunjung menjawab.
“I…”
“Nde?”
“I can’t” Jawab Jane
sambil memejamkan matanya.Bukan!Bukan itu yang diharap keluar dari mulut kecil
Jane oleh Mark.Ia tak percaya dan tidak akan percaya dengan jawaban
Jane.Bukankah tadi Jane juga merasakan apa yang ia rasakan?
“Why?”
“I….. I need more time
to know you.”
“Time?We have met 5
years ago.And you need more time?”
“Listen to me,please.I
just need to know you here.In Paris.Yeah,that’s my reason,Mark!”
Kecewa,senang,dan
berbagai perasaan bercampur di hati Mark.Ia kecewa tak dapat memiliki Jane.Tapi
ia senang karena setidaknya Jane hanya perlu waktu.Ia bersedia menunggu hingga
Jane benar benar siap jadi kekasihnya.Atau bahkan lebih baik jadi pendamping
hidupnya.
Hari berganti hari.Mereka
kembali berada di Eiffel tower.Lama kelamaan Mark tidak sabar menunggu kapan
kesiapan Jane tersebut berujung penerimaan atas dirinya untuk memilikinya.Mark
tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi.Ia sangat mencintai Jane,dan ia tak
ingin perasaannya hanya bisa terucap namun tak bisa memiliki perasaan lain yang
sama tersebut.
“Jane!sebenarnya kapan
kau siap?”
“Huh?”
“Aku lelah
menunggumu,Jane.Kita telah melewati banyak waktu.Terhitung pertama bertemu hingga
kini kita di Paris.Aku jengah!”
“Mark,dengarkan
aku.Aku hanya ingin-“
“Waktu?Enough Jane,enough!Katakan
saja bahwa sesungguhnya kau tak pernah mencintaiku dan kau butuh waktu untuk
mencintaiku?Iya kan?”
“Tidak,Mark.Dengarkan
aku dulu,aku hanya ingin kita lebih dekat di Paris.”
“Omong
kosong.Maaf,Jane tapi aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.”
Mark menghentakkan tangan Jane yang menggenggam pergelangannya kemudian
berlalu dengan perasaan kecewa mendalam.Jane hanya bisa menangis hebat.Di mana
Paris yang romantic?Di mana Paris yang penuh cinta seperti yang sering orang
katakan?Pertahanannya kian runtuh ketika mendapati kejadian yang semakin
mengguncangnya.Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri,tubuh Mark yang
kini bersimbah darah di pinggir
jalan.Ya,Mark kecelakaan saat akan menyeberang jalan setelah meninggalkan
Jane.Kini,Jane hanya bisa bersimpuh dan menyesali langkah yang dilaluinya.
=Flashback End=
Air
mata Jane kembali mengalir ketika kenangan itu terus menghantuinya.Ia ingin
mengenal Mark lebih dalam saat di Paris karena ia ingin membuktikan seberapa
romantic dan indahnya Paris untuk saling mengenal dan kemudian memiliki.Ia
ingin menjalani setiap tahap tersebut di sini.Tapi,itu hanya rencananya.Tuhan
bisa saja berkata lain akan apa yang ia harapkan.Perlahan Jane membuka matanya
dan berucap suatu kata untuk membayar segala penyesalannya.
“I would.I would be your girl,Mark.”
-Love need more time
to know each other,and love also need more time to release each other.