Golongan darah B diduga kuat berasal dari 3,5 juta tahun silam
dari mutasi genetik yang memodifikasi salah satu gula yang berada di permukaan
sel darah merah. Dimulai pada 2,5 juta tahun silam, mutasi terjadi dan membuat
gen gula itu menjadi lamban.Alhasil, tercipta golongan darah O yang tak memiliki versi gula dari golongan darah A atau B. Kemudian, ada golongan darah AB yang memiliki gula golongan darah A dan B. Gula inilah yang membuat beberapa jenis golongan darah tak cocok.
gen gula itu menjadi lamban.Alhasil, tercipta golongan darah O yang tak memiliki versi gula dari golongan darah A atau B. Kemudian, ada golongan darah AB yang memiliki gula golongan darah A dan B. Gula inilah yang membuat beberapa jenis golongan darah tak cocok.
Lalu,apakah fungsi perbedaan golongan darah pada manusia?
- Golongan Darah A
Berbagai penelitian telah menemukan bahwa orang dengan jenis darah
ini beresiko lebih besar untuk kanker lambung. Tidak ditemukan alasan yang
tepat namun para peneliti berspekulasi jenis darah ini mungkin lebih rentan
terhadap alkohol, merokok, non-steroid anti-inflamasi dan risiko kanker
lambung.
Penelitian terbaru menemukan bahwa darah golongan A meningkatkan
kesempatan seseorang tertular rotavirus. Perempuan dengan golongan darah A
tampaknya lebih subur dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hamil.
- Golongan Darah B
Tipe B biasanya tahan terhadap serangan jantung, penyakit
jantung, kanker dan banyak penyakit yang paling parah dalam kehidupan modern.
Sebaliknya, mereka lebih rentan terhadap stroke dan gangguan sistem kekebalan
tubuh terkait seperti sindrom kelelahan kronis, lupus dan multiple sclerosis.
- Golongan Darah O
Para ilmuwan menemukan bahwa orang bergolongan darah O memiliki
gen ADAMTS7, tidak mengalami penyakit arteri koroner atau peningkatan risiko
serangan. Studi ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor defensif dalam darah
tipe O yang melindungi seseorang dari terkena penyakit jantung. Para ilmuwan
juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki penurunan resiko
kematian akibat malaria dan dari tertular sifilis, kanker lambung dan TBC.
Pada sisi negatifnya, golongan darah O individu memiliki risiko
lebih tinggi terkena tukak lambung, dan tromboemboli vena, tertular kolera dan
noravirus. Penelitian Denmark sebelumnya menunjukkan pria dengan golongan darah
O lebih rentan terhadap obesitas, terutama ketika mereka terkena tingkat tinggi
polusi di tempat kerja.
- Golongan Darah AB
Ini golongan darah paling langka dan terbaru. Belum ada banyak
penelitian tentang kerentanan penyakit untuk jenis darah ini. Namun dikatakan
jenis AB individu lebih rentan terhadap pernafasan dan infeksi telinga, anemia
dan kebanyakan kanker.
Individu-individu yang memiliki darah AB harus rajin dengan
perawatan jantung, karena mereka mungkin lebih rentan terhadap pembekuan darah
dan serangan jantung. Studi juga menemukan bahwa perempuan dengan golongan
darah AB atau B beresiko lebih tinggi terkena kanker pankreas dan ovarium. Dan
bukti awal menunjukkan bahwa perempuan dengan tipe AB memiliki risiko lebih
tinggi terkena pre-eklampsia (kondisi darah mematikan tekanan) selama
kehamilan.
Kesimpulan : menurut beberapa
ahli,perbedaan golongan darah pada manusia disebabkan karena evolusi terhadap
penyakit tertentu.
Tapi,hasil riset belum menunjukkan
fungsi sebenarnya.
.jpg)