Rabu, 03 April 2013

Tentang Golongan Darah Manusia


*                           Terdapat empat jenis golongan darah utama. Golongan darah A merupakan golongan darah paling kuno. Pasalnya, golongan darah ini sudah ada sejak sebelum spesies manusia berevolusi dari moyang hominidnya.
Golongan darah B diduga kuat berasal dari 3,5 juta tahun silam dari mutasi genetik yang memodifikasi salah satu gula yang berada di permukaan sel darah merah. Dimulai pada 2,5 juta tahun silam, mutasi terjadi dan membuat
gen gula itu menjadi lamban.Alhasil, tercipta golongan darah O yang tak memiliki versi gula dari golongan darah A atau B. Kemudian, ada golongan darah AB yang memiliki gula golongan darah A dan B. Gula inilah yang membuat beberapa jenis golongan darah tak cocok.
Lalu,apakah fungsi perbedaan golongan darah pada manusia?
  •  Golongan Darah A

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa orang dengan jenis darah ini beresiko lebih besar untuk kanker lambung. Tidak ditemukan alasan yang tepat namun para peneliti berspekulasi jenis darah ini mungkin lebih rentan terhadap alkohol, merokok, non-steroid anti-inflamasi dan risiko kanker lambung.
Penelitian terbaru menemukan bahwa darah golongan A meningkatkan kesempatan seseorang tertular rotavirus. Perempuan dengan golongan darah A tampaknya lebih subur dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hamil.
  • Golongan Darah B

Tipe B biasanya tahan terhadap serangan jantung, penyakit jantung, kanker dan banyak penyakit yang paling parah dalam kehidupan modern. Sebaliknya, mereka lebih rentan terhadap stroke dan gangguan sistem kekebalan tubuh terkait seperti sindrom kelelahan kronis, lupus dan multiple sclerosis.
  • Golongan Darah O

Para ilmuwan menemukan bahwa orang bergolongan darah O memiliki gen ADAMTS7, tidak mengalami penyakit arteri koroner atau peningkatan risiko serangan. Studi ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor defensif dalam darah tipe O yang melindungi seseorang dari terkena penyakit jantung. Para ilmuwan juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki penurunan resiko kematian akibat malaria dan dari tertular sifilis, kanker lambung dan TBC.
Pada sisi negatifnya, golongan darah O individu memiliki risiko lebih tinggi terkena tukak lambung, dan tromboemboli vena, tertular kolera dan noravirus. Penelitian Denmark sebelumnya menunjukkan pria dengan golongan darah O lebih rentan terhadap obesitas, terutama ketika mereka terkena tingkat tinggi polusi di tempat kerja.
  • Golongan Darah AB

Ini golongan darah paling langka dan terbaru. Belum ada banyak penelitian tentang kerentanan penyakit untuk jenis darah ini. Namun dikatakan jenis AB individu lebih rentan terhadap pernafasan dan infeksi telinga, anemia dan kebanyakan kanker.
Individu-individu yang memiliki darah AB harus rajin dengan perawatan jantung, karena mereka mungkin lebih rentan terhadap pembekuan darah dan serangan jantung. Studi juga menemukan bahwa perempuan dengan golongan darah AB atau B beresiko lebih tinggi terkena kanker pankreas dan ovarium. Dan bukti awal menunjukkan bahwa perempuan dengan tipe AB memiliki risiko lebih tinggi terkena pre-eklampsia (kondisi darah mematikan tekanan) selama kehamilan.

Kesimpulan : menurut beberapa ahli,perbedaan golongan darah pada manusia disebabkan karena evolusi terhadap penyakit tertentu.
Tapi,hasil riset belum menunjukkan fungsi sebenarnya.