1.
Memperbaiki posisi duduk dan gerak tubuh.
Ada sebagian pelajar yang duduk di belakang meja
belajarnya dalam sikap yang keliru.Sikap mereka bungkuk,sehingga mereka
cenderung menghirup udara yang tidak segar dan kurangnya banyak menarik nafas
dalam-dalam.Dan lagi,mereka membiarkan tubuh tidak bergerak sama sekali,padahal
itu tidak baik.
2. Memelihara kesehatan tubuh.
2. Memelihara kesehatan tubuh.
Kekuatan otak sangat bergantung pada kesehatan
tubuh.Tanpa jasmani yang sehat,pikiranpun takkan bekerja dengan baik.Maka dari
itu kita juga butuh istirahat dalam tiap-tiap hari belajar.
3. Mendapat asupan gizi yang tepat.
3. Mendapat asupan gizi yang tepat.
Otak terdiri dari 100.000 juta neutron atau sel-sel
otak yang dalam pertumbuhan memerlukan zat-zat tertentu.Banyak kejadian anemia
gizi besi pada remaja saat masa pertumbuhan.Gizi besi kita peroleh dari
hati,daging,sayuran hijau,dan susu.Beberapa zat lain yang dibutuhkan adalah lemak,vitamin
A,kalsium,seng,protein,yodium,dll.
4. Bercakap-cakap.
4. Bercakap-cakap.
Bercakap-cakap adalah pendorong yang sangat baik untuk
otak.Adalah suatu keuntungan besar maupun suatu kesenangan untuk mempunyai
sekelompok teman-teman yang bisa diajak bercakap-cakap dengan bebas,tidak
secara resmi-resmian.Orang yang hidup terpencil akan banyak kehilangan simpati
dan kerelaan.Tanpa sifat itu alam manusia tidak bisa mencapai kematangan.
Oke,saya tekankan bahwa dalam tujuh hari ‘harus’ ada
satu hari istirahat penuh.Alat pemikir harus dikesampingkan setiap hari
Minggu.Akan tetapi,para pelajar malah masih saja asyik memikirkan suatu mata
pelajaran dan masih berusaha mengisi meski hanya satu jam di hari Minggu dengan
menyelesaikan tugas atau membuat catatan.Padahal kita harus memanfaatkan satu
hari full untuk mengistirahatkan otak kita.
Well,itu sudah terlanjur menjadi kebiasaan bukan?
Well,itu sudah terlanjur menjadi kebiasaan bukan?
.jpg)